Habitat for Humanity Indonesia Ajak Anak Muda Bergerak Lewat 28UILD 2026
Freemagz.id – Rumah seharusnya menjadi tempat paling aman untuk pulang. Namun, bagi jutaan keluarga di Indonesia, memiliki hunian yang layak masih menjadi tantangan yang jauh dari sederhana. Persoalannya bukan hanya soal ketersediaan bangunan, tetapi juga kemampuan memenuhi biaya tempat tinggal, kualitas lingkungan, hingga perlindungan dari ancaman cuaca ekstrem.

Gambaran tersebut tercermin dalam riset global Habitat for Humanity International bertajuk Home at What Cost? yang melibatkan 30.758 responden di 22 negara. Di Indonesia, sebanyak 73% responden mengaku harus mengurangi pengeluaran pada setidaknya satu aspek kehidupan selama setahun terakhir demi memenuhi biaya perumahan.
Sementara itu, 49% mengkhawatirkan situasi tak terduga yang dapat mengancam keberlangsungan tempat tinggal mereka, dan 41% merasa cuaca ekstrem membuat hunian kurang memberikan rasa aman.
Di tengah persoalan tersebut, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu elemen penting untuk mendorong perubahan. Habitat for Humanity Indonesia mengangkat semangat ini melalui 28UILD 2026, bagian dari kampanye Let’s Open the Door: Youth in Action for Decent Housing yang mengajak anak muda memahami isu hunian layak sekaligus mengambil peran melalui aksi nyata.

Digelar serentak pada hari Sabtu di Bogor dan Gresik, kegiatan ini melibatkan lebih dari 250 relawan. Berbagai aktivitas dilakukan bersama, mulai dari pengecatan, penanaman pohon, hingga pembuatan lubang biopori untuk membantu meningkatkan resapan air dan menjaga keseimbangan lingkungan.
“Melalui 28UILD, kami ingin mengajak generasi muda menyadari bahwa setiap orang dapat berperan dalam mewujudkan hunian layak. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, aksi sederhana dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar,” ujar Handoko Ngadiman, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia.
Memasuki penyelenggaraan ke-13 sejak 2012, 28UILD telah melibatkan lebih dari 250 relawan dan membantu lebih dari 500 keluarga di sejumlah wilayah, termasuk Tangerang, Bogor, Gresik, Yogyakarta, dan Batam.
Tahun ini, 28UILD tidak hanya menjadi ruang kerelawanan, tetapi juga wadah bagi anak muda untuk menyampaikan kepedulian melalui kreativitas. Sejumlah karya dari kompetisi Let’s Open the Door ditampilkan, termasuk desain pemenang 28UILD T-Shirt Design Competition 2026 yang dikenakan para relawan serta instalasi pintu berisi karya tujuh pemenang Door Art & Illustration Competition 2026.
Habitat for Humanity Indonesia juga menghadirkan program Youth in Action: Let’s Open the Door Mini Grant. Lima kelompok relawan terpilih akan menjalankan kampanye untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai housing resilience atau ketangguhan hunian.

Gerakan ini turut diperkuat oleh para Habitat Icons, di antaranya Daniel Mananta, Joanna Alexandra, Olivia Jensen, Prilly Latuconsina, Han Chandra, Barry Likumahua, Nadia Tjoa, dan Josh Kunze. Pada edisi tahun ini, Nadia Tjoa dan Josh Kunze kembali terlibat mengajak generasi muda lebih peduli terhadap persoalan hunian layak.
Bertepatan dengan momentum Sumpah Pemuda dan peringatan 50 tahun Habitat for Humanity secara global, 28UILD 2026 membawa pesan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Kepedulian, kolaborasi, dan aksi sederhana dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih baik.
Pada akhirnya, rumah bukan hanya tentang tempat berteduh. Hunian yang layak juga menyangkut rasa aman, kesehatan, dan kesempatan setiap keluarga untuk membangun masa depan yang lebih bermartabat.

