Hotel

Menghidupkan Sejarah, House of Tugu Jakarta Raih Pengakuan Global

Freemagz.id – Di kawasan Kota Tua yang sarat sejarah, House of Tugu Old Town Jakarta menghadirkan pengalaman menginap yang lebih dari sekadar estetika. Tempat ini baru saja mencuri perhatian dunia setelah masuk dalam daftar World’s Greatest Places 2026 yang dirilis oleh TIME Magazine menjadikannya satu-satunya destinasi dari Indonesia yang terpilih tahun ini.

Masuknya House of Tugu dalam daftar tersebut bukan tanpa alasan. Di tengah tren pariwisata global yang semakin mengutamakan keaslian dan makna, properti ini menawarkan pendekatan berbeda: menghidupkan sejarah melalui ruang yang bisa dirasakan langsung.

Alih-alih sekadar menginap, pengunjung diajak menyelami lapisan cerita yang membentuk identitas Jakarta dan Nusantara.

Akar dari konsep ini berawal dari perjalanan Anhar Setjadibrata pada era 1960-an. Dalam perjalanannya ke berbagai daerah, ia menemukan banyak artefak bersejarah yang terlupakan.

Bersama Wedya Julianti, ia mulai mengumpulkan dan merawat benda-benda tersebut bukan sebagai koleksi pribadi semata, tetapi sebagai upaya menjaga memori budaya yang perlahan memudar.

Warisan ini kemudian berkembang menjadi Tugu Hotels & Restaurants Group, yang kini diteruskan oleh Lucienne Anhar.

Di bawah visinya, setiap properti Tugu dirancang sebagai ruang hidup yang menyatukan sejarah, seni, dan pengalaman. Hal ini terasa kuat di House of Tugu Jakarta, di mana elemen Peranakan menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh ruang.

Tak hanya dari sisi visual, pengalaman juga diperkaya melalui kuliner. Restoran Jajaghu mengangkat kembali resep-resep Nusantara dalam penyajian yang lebih modern, sementara Babah Koffie by Kawisari menghadirkan nuansa klasik lewat tradisi kopi dari salah satu perkebunan tertua di Jawa.

Ke depan, House of Tugu Jakarta juga bersiap menghadirkan inovasi baru. De Tiger, speakeasy bergaya Batavia dengan live music, dijadwalkan buka pada Mei 2026. Sementara The Huang Museum, yang akan menampilkan ribuan artefak dari koleksi keluarga Tugu, akan menyusul pada Juni tahun yang sama.

Pengakuan dari TIME menegaskan bahwa destinasi dengan kedalaman cerita kini semakin relevan di mata wisatawan global. House of Tugu Jakarta menjadi contoh bagaimana sejarah tidak hanya disimpan, tetapi juga dihidupkan kembali memberikan pengalaman yang personal, reflektif, dan tak terlupakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *