Tya Chandra Eksplorasi Tenun Bulu dan Lurik Pedan dalam Koleksi Modest Fashion Forest Whispers
Freemagz.id – Perkembangan modest fashion Indonesia semakin memperlihatkan keberagaman pendekatan kreatif, terutama dalam mengolah kekayaan wastra Nusantara menjadi busana yang relevan dengan gaya hidup modern. Semangat tersebut turut mewarnai penyelenggaraan IN2MOTIONFEST, yang kembali digelar melalui kolaborasi dengan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026.
Ajang ini menjadi ruang bagi para pelaku industri fashion untuk memperkenalkan eksplorasi desain, inovasi material, serta potensi tekstil tradisional Indonesia kepada audiens yang lebih luas.

Salah satu koleksi yang hadir dalam gelaran tersebut adalah Forest Whispers – The Quiet Language of Nature dari Tya Chandra. Mengusung konsep Nature, Craft & Modern Modesty, koleksi modest ready-to-wear ini menghadirkan interpretasi ketenangan dan karakter organik hutan melalui permainan tekstur, bentuk, volume, serta konstruksi busana berlapis.
Inspirasi hutan diterjemahkan melalui berbagai elemen alam, mulai dari struktur akar, tekstur batang pohon, lapisan dedaunan hingga bayangan yang terbentuk di antara pepohonan.
Tya Chandra memilih pendekatan yang lebih subtil melalui garis organik, permainan proporsi, dan gerak material. Pendekatan Organic Layered Look menjadi karakter utama yang menyatukan delapan tampilan dalam satu bahasa desain.

Dari sisi siluet, koleksi ini mengeksplorasi bentuk oversized dengan garis arsitektural organik. Permainan layering memberikan dimensi pada busana, sekaligus mempertahankan karakter modest yang tertutup, nyaman, dan tetap fungsional untuk dikenakan sehari-hari.
Keunikan Forest Whispers juga terlihat dari pemilihan wastra Indonesia, yakni Tenun Bulu dan Lurik Pedan. Keduanya memiliki karakter visual yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Tekstur Tenun Bulu merepresentasikan karakter alam yang organik dan tidak beraturan, sementara garis-garis khas Lurik Pedan menghadirkan ritme, keteraturan, serta kesinambungan.
Kedua material tersebut dipadukan dengan linen untuk menghasilkan keseimbangan antara kekayaan tekstil tradisional dan kebutuhan busana kontemporer.
Eksplorasi craftsmanship semakin diperkuat melalui detail organic gathered construction, sulaman tangan, teknik Sashiko, rajut, serta permainan tekstur dan layering. Sementara itu, palet sage, deep navy, chocolate, dan warm beige dengan aksen maroon terinspirasi dari vegetasi, tanah, batang pohon, serta bayangan hutan yang membangun suasana earthy dan sophisticated.

Terdiri dari delapan look, masing-masing dengan sekitar tiga hingga empat pieces, koleksi ini turut menghadirkan satu look muse. Melalui Forest Whispers di IN2MOTIONFEST x JMFW 2026, Tya Chandra memperlihatkan bagaimana Tenun Bulu dan Lurik Pedan dapat menemukan interpretasi baru dalam modest fashion.
Kehadiran koleksi ini sekaligus memperlihatkan potensi wastra dan keterampilan tangan Indonesia untuk terus berkembang melalui inovasi desain. Tradisi tidak hanya menjadi bagian dari identitas masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi untuk menciptakan fashion modern yang memiliki karakter, nilai budaya, dan relevansi lintas generasi.

