Resto

Djournal Bawa Wajah Baru Coffee Shop, Dari Kopi Nusantara hingga Instalasi Seni Darbotz

Freemagz.id – Di tengah menjamurnya kedai kopi di berbagai sudut kota, sebuah coffee shop kini dituntut menawarkan lebih dari sekadar minuman berkualitas. Ia menjadi ruang untuk bekerja, bertemu, bertukar gagasan, hingga menikmati pengalaman kreatif yang menyatu dengan gaya hidup urban.

Gagasan itulah yang melandasi langkah Djournal, jaringan kedai kopi di bawah ISMAYA Group, saat memperkenalkan Djournal Monster Cafe di gerai flagship Pasaraya Blok M, Jakarta. Bukan sekadar penyegaran konsep, ruang baru ini dirancang sebagai titik temu antara kopi Indonesia, seni kontemporer, desain, dan komunitas kreatif.

Sentuhan visual khas seniman Darbotz, yang dikenal melalui karya mural dan karakter monsternya di berbagai kota dunia, menjadi identitas utama ruang tersebut. Lewat kolaborasi ini, Djournal ingin menghadirkan pengalaman menikmati kopi yang sekaligus mengapresiasi karya kreatif lokal. 

CEO ISMAYA Group, Bram Hendrata, mengatakan peran coffee shop terus berkembang mengikuti perubahan gaya hidup masyarakat. “Kami percaya sebuah coffee shop hari ini memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar menyajikan kopi. 

Ia dapat menjadi ruang yang mempertemukan ide, kreativitas, komunitas, dan talenta Indonesia. Kami berharap Djournal terus menjadi ruang yang menginspirasi lahirnya karya, percakapan, dan kolaborasi baru,” ujar Bram.

Bagi Darbotz, kolaborasi ini menjadi cara membawa karya seni lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ruang publik seperti coffee shop memiliki kekuatan untuk menciptakan interaksi yang lebih natural dibanding galeri.

“Saya selalu percaya bahwa karya seni akan memiliki makna yang lebih besar ketika hadir di tengah kehidupan sehari-hari. Coffee shop adalah ruang yang hidup karena mempertemukan banyak orang dengan cerita dan latar belakang yang berbeda,” kata Darbotz.

Konsep ruang kemudian diterjemahkan oleh Mahavisual melalui karakter Bizzy, Izzy, dan Cozzy yang menghiasi berbagai sudut kafe. Sementara firma arsitektur FFFAAARRR merancang interior yang fleksibel, mendukung aktivitas mulai dari bekerja secara individual, rapat, hingga berkumpul bersama komunitas.

Tak hanya mengedepankan estetika, Djournal juga membawa pendekatan keberlanjutan. Bersama Bell Living Lab, limbah ampas kopi diolah menjadi material interior yang digunakan pada fasad dan area bar. Sebanyak 288,75 kilogram limbah kopi, setara sekitar 8.800 cangkir, didaur ulang menjadi elemen dekoratif yang fungsional.

Dari sisi menu, Djournal memperkenalkan Monster Series, koleksi minuman yang mengangkat cita rasa lokal dalam interpretasi modern. Apple Pomelo Cold Brew memadukan kesegaran apel dan jeruk bali, Enting Enting Latte menghadirkan rasa kacang karamel dengan sentuhan camilan tradisional, sementara Enting Enting Chocolate menjadi pilihan non-kopi yang tetap mengusung karakter rasa Nusantara.

Melengkapi pengalaman tersebut, Djournal juga menggandeng Hydro Flask dan Baller Indonesia menghadirkan merchandise edisi terbatas yang menggabungkan desain, fungsi, dan gaya hidup.

Melalui konsep barunya di Blok M, Djournal menunjukkan bahwa secangkir kopi hari ini tak hanya berbicara soal rasa. Ia juga menjadi medium untuk merayakan kreativitas, mendukung keberlanjutan, sekaligus memperkuat ekosistem talenta lokal dalam satu ruang yang terbuka bagi siapa saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *