Merayakan Denyut Musik Independen Jakarta Lewat Studio Monkey Shoulder LIVE
Freemagz.id – Jakarta kembali menunjukkan bahwa kehidupan musiknya tidak pernah berhenti bergerak. Di tengah ekosistem yang terus berkembang, Studio Monkey Shoulder LIVE hadir pada Agustus–September 2026 dengan pendekatan yang lebih dekat dengan akar komunitas, bukan sekadar menghadirkan pertunjukan musik, tetapi mempertemukan musisi, kolektif, venue, bartender, dan audiens dalam satu ruang kreatif.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian Studio Monkey Shoulder LIVE di empat kota Asia Tenggara selama dua bulan. Di Jakarta, program dikembangkan bersama kolektif lokal Radio Rumah Oma, dengan dukungan DJ dan broadcaster Inggris Gilles Peterson serta Worldwide FM.

Pendekatan tersebut membuat setiap kota memiliki karakter programnya sendiri, mengikuti denyut kultur musik yang telah tumbuh di masing-masing tempat.
Bagi Jakarta, keberagaman menjadi titik berangkat. Rangkaian acaranya bergerak dari soul, funk, disco, house hingga global sounds, lalu berlanjut ke pengalaman deep listening bersama Audio Nirvana di Chris Bunjamin Studio sebelum mencapai malam penutup berenergi tinggi di ZOO.
Format ini memperlihatkan bagaimana musik independen dapat menjadi pintu masuk menuju percakapan yang lebih luas tentang kultur, komunitas, dan kreativitas.

“Kultur musik DIY dibangun di atas sebuah pertukaran ide, dan itulah esensi utama dari Studio Monkey Shoulder LIVE. Berkolaborasi dengan Monkey Shoulder, kami ingin merayakan keberagaman di tiap kawasan dengan menyoroti individu, komunitas, dan gerakan independen yang membentuk serta mendorong budaya musik lokal untuk terus maju,” ujar Gilles Peterson.
Semangat serupa terasa dalam pendekatan Radio Rumah Oma. Bagi kolektif ini, kekuatan sebuah malam tidak hanya ditentukan oleh siapa yang berada di balik meja DJ.
“Musik memang selalu jadi alasan kita untuk berkumpul, tetapi sangat jarang menjadi satu-satunya alasan orang untuk bertahan. Malam-malam terbaik justru berawal dari obrolan seru, pertemuan tak terduga, dan cerita yang dibagikan bersama orang asing yang kemudian menjadi teman,” ujar Radio Rumah Oma.

Di sisi lain, pengalaman musik tersebut dilengkapi program cocktail yang berpusat pada Monkey Old Fashioned. Para bartender juga diberi ruang untuk menerjemahkan kreativitas mereka melalui kreasi masing-masing. “Cocktail yang istimewa dan musik yang seru punya kekuatan yang sama, menyatukan banyak orang.
Studio Monkey Shoulder LIVE mempertemukan minuman, musik, ruang, dan komunitas lokal, sebuah kombinasi yang sangat relevan dengan bar scene di Asia Tenggara,” kata Brendon Khoo, SEA Regional Brand Ambassador for Monkey Shoulder.
Melalui Jakarta edition, Studio Monkey Shoulder LIVE pada akhirnya tidak hanya menawarkan agenda musik, tetapi sebuah potret tentang bagaimana kultur kota dibangun: melalui kolaborasi, ruang alternatif, pertemuan lintas komunitas, dan keberanian untuk mencampurkan berbagai pengaruh menjadi sesuatu yang baru.

