Di Balik Barrel Padang-Padang, Lahir Dua Juara Baru Rip Curl Cup 2026
Freemagz.id – Ada alasan mengapa para surfer bersedia menunggu momen yang tepat untuk berhadapan dengan Padang-Padang. Ketika swell, angin, dan pasang berada dalam ritme yang sempurna, reef break ikonis di Bali ini berubah menjadi panggung bagi barrel panjang yang menuntut keberanian sekaligus presisi. Pada 20 Agustus 2026, kondisi tersebut akhirnya hadir, dan dua surfer berusia 16 tahun menjadi nama yang paling bersinar.
Rajo “Barrel” Saputra, surfer lokal Lakey Peak, dan Lucy Darragh dari Australia keluar sebagai juara Rip Curl Cup ke-23. Kemenangan mereka menjadi penutup dari satu hari kompetisi yang mempertemukan 24 surfer undangan, terdiri atas talenta lokal Indonesia dan surfer internasional, dalam format Leaderboard sebelum empat nama terbaik melaju ke final.

Setelah rencana penyelenggaraan pada 11 Agustus belum mendapatkan ukuran dan konsistensi ombak yang memadai, penyelenggara memilih menunggu. Keputusan tersebut terbayar ketika Padang-Padang kembali menghadirkan kondisi yang ideal untuk tube riding.
Di kategori putra, Saputra memperlihatkan kelasnya sejak babak awal dengan skor 8,17 dan 8,57. Pada ronde kedua, ia dan Dylan Wilcoxen sama-sama mencetak perfect 10. Namun, performa terbaik Saputra justru datang di final.
Menghadapi Westen Hirst, Makana Pang, dan Tosh Tudor, ia kembali mengamankan skor sempurna 10 yang kemudian diperkuat 9,73. Total 19,73 tersebut mengantarkannya merebut gelar dari Hirst, sahabat masa kecil sekaligus juara bertahan. “I can’t even talk right now, I’m so happy. I had a dream last night that I was going to win the comp. It’s crazy,” ujar Saputra seusai keluar dari air.
Kemenangan itu terasa semakin personal. Sang ayah pernah menjadi runner-up kompetisi yang sama pada 2006, sehingga trofi tahun ini seolah membawa kembali sebuah cerita keluarga ke Padang-Padang.
Di kategori putri, Darragh tampil mengesankan sejak awal dengan 8,13 dan 9,93. Ia kemudian menghadapi Jasmine Studer, Ruby Berry, dan Vaihitimahana Inso di final. Berry sempat mencuri perhatian melalui satu-satunya perfect 10 kategori putri, tetapi Darragh menutup persaingan dengan skor 9,00 untuk memastikan kemenangan.

“This is such a sick comp. I’ve been watching it for years, since I was a grom. I just can’t believe I’ve won it,” kata Darragh. “There’s honestly no better feeling than just standing in a massive Padang tube. I’m so stoked.”
Menurut Harry Mann, Marketing Manager Rip Curl Indonesia sekaligus Event Director, kondisi hari itu menjadi bagian penting dari keistimewaan edisi 2026. “What an incredible day. We were so blessed and the conditions couldn’t have been more perfect,” ujar Mann. Ia menilai penampilan Saputra dan Darragh sebagai momen yang layak dikenang dalam sejarah kompetisi.
Rip Curl Cup 2026 pun berakhir bukan sekadar dengan dua nama di podium, melainkan dengan lahirnya sebuah kisah baru, dua surfer berusia 16 tahun yang menemukan momen terbaik mereka di salah satu barrel paling ikonis di Bali.
Rip Curl Cup 2026 didukung oleh Radisson Blu Resort & Villas Bali Uluwatu, Island Brewing, Dragon, Yukk Payment Gateway, BGS, Indo Amazon Açaí, YUMMY Dairy, dan Biznet.

